Dia Tidak di Tempa Lain

Salib dan ummat Kristen, ujung ke ujung, sudah kuuji.

Dia tidak di Salib.

Aku pergi ke kuil Hindu, ke pagoda kuno.

Tidak ada tanda apa pun di dalamnya.

Menuju ke pegunungan Herat aku melangkah,

dan ke Kandahar Aku memandang.

Dia tidak di dataran tinggi

maupun dataran rendah. Dengan tegas,

aku pergi ke puncak gunung Kaf (yang menakjubkan).

Di sana cuma ada tempat tinggal

(legenda) burung Anqa.

Aku pergi ke Ka’bah di Mekkah.

Dia tidak ada di sana.

Aku menanyakannya kepada Avicenna (lbnu Sina) sang filosuf

Dia ada di luar jangkauan Avicenna …

Aku melihat ke dalam hatiku sendiri.

Di situlah, tempatnya, aku melihat dirinya.

Dia tidak di tempat lain.

By: “Jalaludin rumi”

4 Comments to “Dia Tidak di Tempa Lain”

  1. pingu 8 August 2009 at 12:24 #

    Hheu.. Inget g? Dlu hanry ksi file tugas ev pemb d doc plus bonus puisi ni ma gbr shinchan hheu.. ^^v, Dasar,, g kreatip.. Ahahaha..

  2. admin 8 August 2009 at 12:56 #

    emang salah kalo nulis puisi dari salah satu inspirator hidup sayah…

  3. pingu 8 August 2009 at 21:52 #

    Bukan gitu bang admin,, shinchannya itu yg g kreatip hheu..

  4. admin 9 August 2009 at 23:19 #

    oh… iya emang ga kreatif tapi da wktu itu ada gmbar itu, jd ya scara tdk sengaja di kasihkan. iseng aja..khahahags


Leave a Reply