Guru Ideal (Part II)
Salam pendidikan Indonesia…
Siang ini saya mencoba menulis lagi tentang tulisan dahulu yg blm sempat-sempat saya update. Sebagai review, tulisan saya yang sebelumnya adalah pandangan guru ideal menurut salah seorang tokoh penggerak dunia pendidikan Indonesia beliau adalah Bapak Gunanto, yang menjabat jg sebagai Consultant pendidikan SD Nasional Plus Tunas Global, Depok. Sambil kembali mengingat dan memahami lagi dengan membaca beberapa coretan-coretan kecil di buku binder saya yang waktu itu mengikuti training disekolah, mudah-mudahan tulisan ini pun menginspirasi dan setidaknya pengetahuan yang bermanfaat bagi saya pribadi dan juga bagi pembaca sekalian.
Oke dilanjut…hehe
pada tulisan sebelumnya (Guru ideal part 1) baru dijelaskan 1 dari 13 ciri-ciri Guru Ideal. Ciri selanjutnya adalah yang kedua…hehe iyalah,,,
2. Sayangi dunia Anak, dengan menyayangi dan mencintai dunia anak kita akan merasakan senang dalam mendidik,
bahagia dan menjadikannya sebagai panggilan jiwa. Hal ini bisa dibedakan antara guru yang hanya mengajar dan guru yang bkn hanya mengajar namun mendidik. Guru yang mengajar biasanya hanya memandang Profesi Guru adalah Pekerjaan, tak lain seperti di pabrik-pabrik dan di industri lain. Dengan mencintai dunia anak, Seorang guru tidak lagi memposisikan dirinya sebagai pekerja pada sebuah yayasan atau institusi pemerintah, tidak hanya berfikir Uang dan penghasilan, juga tidak berfikir tentang prestise yang lebih, namun mereka guru yang mencintai dunia anak, akan lebih memandang profesinya adalah sebagai penggilan jiwa dan juga tanggung jawab sebagai seorang pendidik. Marilah teman-teman guru, yang akan menjadi guru, profesi kita adalah pondasi dari kemakmuran, kesejahteraan, moral, dan lain sebagainya pada sebuah bangsa, bahkan dunia pada umumnya, profesi kita adalah tanggung jawab mulailah belajar untuk mencintai, menyenangi anak-anak.. Chayooo
3. Implementasiakan 4 Kompetensi guru. Saya sering ditanya apa 4 kompetensi guru yang telah diatur pemerintah, 100 % saya yakin banyak guru yang tidak tau atau lupa salah satunya. Hayo sebelumnyaa tanya pada diri anda jika mengaku sebagai guru, apa 4 kompetensi guru?????………………………………………… Nanti saya juga lupa lagi,,,,,,,,,,,,,,hahahaha.
- Pertama adalah kompetensi pedagogik, kompetensi ini mencakup 8 hal yaitu pemahaman wawasan atau landasan kependidikan; pemahaman terhadap peserta didik; pengembangan kurikulum atau silabus; perancangan pembelajaran; pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis; pemanfaatan teknologi pembelajaran; evaluasi hasil belajar; dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
- Kedua adalah kompetensi Kepribadian, ada beberapa hal dalan kompetensi yang harus dimiliki dari kepribadian seorang guru diantaranya adalah beriman dan bertakwa; berakhlak mulia; arif dan bijaksana; demokratis; mantap; berwibawa; stabil; dewasa; jujur; sportif; menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat; secara obyektif mengevaluasi kinerja sendiri; dan mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan.
- Ketiga Kompetensi Sosial, merupakan kemampuan berkomunikasi yang harus dimiliki seorang guru dalam kehidupannya di lingkungan masyarakat.
- Keempat Kompetensi Profesional, setidaknya ada dua hal yang harus dimiliki seorang guru, 1. Materi pelajaran secara luas dan mendalam, 2. konsep dan metode disiplin keilmuan.
4. Inspirasi bagi dirinya juga bagi lingkungannya, sebagai guru kita harus bisa dan berusaha untuk menjadi inspirasi bagi diri kita sendiri yang akan menjadikannya motivasi dalam terus berbuat baik dan lebih baik. ketika kita mampu menjadi inspirasi bagi diri kita sendiri, secara otomatis kita akan menjadi inspirasi bagi lingkungan kita.
5. Menjadi contoh, bukan hanya memberi contoh. Kata-kata itu yang sangat menyentuh hati saya sebagai guru. Guru itu seharusnya menjadi contoh bukan hanya memberi contoh. Luar biasa, mari kita perbaiki dan perbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik untuk menjadi guru yang lebih baik lagi.
6. Sabar, senyum, ceria. Kata-kata berikut sangat sering didengar dan nampaknya menjadi hal yang klasik.
![]()
Sulit memang bisa konsisten dengan hal tersebut, namun setidaknya kita harus berusaha untuk selalu sabar, senyum, dan ceria didepan anak didik kita.
7. Penggali tambang. alangkah indahnya sebagai guru kita bisa mendapatkan anak yang berbakat dan berhasil dalam hidupnya. Istilah disini yang dipakai adalah guru sebagai penggali tambang anak didiknya. Banyak sesuatu yang berharga didalam anak didik kita yang perlu kita gali, bukan hanya mencari, tapi menggali dimana letak tambang yang berharga yang dimiliki anak didik kita. semoga nantinya ditemukan seseorang yang sangat bermanfaat untuk negara bangsa dan agama yang awalnya digali tambang berharganya itu oleh guru-guru idealnya.. amiin..
8. Dekat dengan anak didik. Menurut saya sebagai pendidik kita seharusnya tidak menjadi seseorang yang berwibawa, menawan, berkharisma namun menakutkan bagi anak didik kita. Kedekatan itu perlu untuk menngali potensi, bahkan bisa meningkatkan nilai akademik, motivasi, dll. Kedekatan biasanya biasanya bisa dilihat dengan ciri-ciri kepercayaan yang di berikan seorang anak didik (Trust). Dalam pengalaman saya tidak jarang dengan kedekatan pendidik dengan anak didiknya bisa menemukan Trust, misalnya pernah suatu saat murid saya berkata sembil berbisik, “Mr. jangan bilang siapa-siapa yaa, aku kemarin baru disunat”. Hal-hal kecil tersebut membuat saya bahagia, karena dia percaya (trust) dalam menceritakan sesuat yang dianggapnya rahasia. Lebih jauhnya lagi kedekatan kita terhadap murid juga bisa menggali dan mengobservasi indikasi-indikasi kenapa anak murid kita bermasalah dengan akademik maupun perilaku.
Baru delapan yaa.. Huffftt.. pas saya liat-liat lagi kotretannya ternyata yang kesembilan sampai 13 itu tidak sempat beliau ceritakan lagi karena waktunya sudah habis. Namun beliau (bpk Gunanto) bicara yang juga sangat mengiinspirasi saya adalah poin-poin yang terakhir yang belum sempat di utarakan pada intinya guru adalah sosok yang harus BERIMAN dan BERTAQWA. Suatu kata yang klasik namun sangat membuat diri saya harus lebih meng instrospeksi.. Sekian dulu tulisan yang sudah lama tertundaa.. semoga bermanfaat.

