Kamu semua dan kenanganQu [march 13 2008]
Tanpa kusadari waktu tlah berlalu secepat kilat menyambar bumi di tengah siang yang tak sedikitpun hujan menyirami hati. Seperti yang tlah lalu tanpa kusadari hidup ini menerjang hati dan raga ini, sekarang waktu tlah membawa hampir dua puluh satu tahun ku didunia fana ini. Banyak yang tak bisa ku sisihkan kenangan indah ini, masa demi masa terlewati bagai udara yang kuhirup ini, kuhirup dan kuhembus lagi. Hanya kenangan yang kini ada, hanya cerita masa silam yang kini tersimpan, kuharap semua ini akan menjadi sebuah harta yang tak ternilai dalam hidup ini. Meraskan manis dan pahit dalam perjalanan ini hitam dan putih dalam kehidupan ini, tak jarang cerita itu menggrogoti hati tuk selalu ingin selalu bersama selamanya, merasa kehangatan mu sahabat.. seakan tak rela jiwa ini mengikuti waktu yang trus tak henti berlalu.
Emhhh waktu menerjang mimpi mewujudkan angan dan menjawab teka-teki misteri hidup… jujur meski ku harus siap dengan kenyataan ini, bahwa kuharus menghadapi waktu, melewati hari, mengganti cerita pagi di sela-sela mimpi. Namun tetap saja ingin ku lewati lagi hari-hari itu bersamamu teman… kuharus akui kau semua ku hirup dan mengisi sebagian jiwa ini, menjelama dalam keindahan pagi, siang, sore, dan malam hari-hari ku lagi. Takbisa kau kutinggalkan dengan seribu hari yang telah qta lalui… tak ada pacar, sahabat, teman, bahkan musuh sekalipun, kau semua ialah separuh dari ku.
Kau semua bersihkan ku dari kekotoran dunia penipu ini, kau semua luruh kan batu kesombongan hati, kau brikan yang belum kudapatkan, kau segalanya sahabat… semua sahabat ku yang pernah ku kenali, tak ada musuh dalam hatiku ini, karena yang menghina, taksuka aku, tak ingin aku, benci aku, jahati aku, itu hanya duri yang menghalangi hari, batu batu kerikil yang membuatku tahu bahwa hidup ini keindahan, hidup ini kekayaan ku… musuh hanya sebatas kata yang tercipta saat sang waktu menyisakan kisah itu… biarlah semua yang tak suka akan hadir ku dalam dunia ini, yang pasti kamu semua ialah sahabatku, saudaraku… sedangkan yang mencintaiku, memberikan sebagian ruang hatinya untuk ku isi dengan hari yang indah, berbagi kisah dengan keikhlasan cinta. Kamu ialah embun ku dipagi hari, matahariku disiang hari, layungku disenja ini, dan bintang bulanku dimalam sepi… tanpa sedikitpun kebohongan dan kesombongan, kuhaturkan terima kasih yang seikhlas-ikhlasnya, dan maaf jika ku tak bisa menjadi yang kamu semua harapkan… entah mengapa sore ini ku kenang hari-hari yang telah terlewati, ku bercakap mesra dengan kenangan itu, bercumbu rayu dengan semuanya, mungkin karena kesepian yang terus memenuhi hati ini. Teman, aku bertekad sepenuh hati walaupun hari-hari baru akan terlewati lagi, sahabat baru akan bertambah lagi,tentu di zaman yang berbeda, di persfektif hidup yang berbeda, kamu semua tetap menjadi perhiasan dihatiku…
