Kisah Menghadapi Cobaan…

Posted by admin | Artikel bebas | Friday 14 August 2009 11:17

Tadi malam alhamdulillah mendengar sebuah kisah yang sangat menggugah, mgkin yg ngaji tadi mlem tau ceritanya, sengaja ditulis biar inget terus…hehe Bismillah… sebenernya ceritanya simple… jadi ceritannya ada seorang pemuda yang akan melangsungkan pernikahan, undangan telah disebar, persiapan sudah hampir beres, res, res… tiba-tiba calonnya menelpon… si eneng bilang “A ada yg mau neng bilang” kata calonnya. trus dia melanjutkan pembicaraannya

yaitu “kenapa ya A, neng koq jadi ga cinta sama AA, pokoknyamah ga minat lagi, ga tau kenapa, terus dia berkata juga, kayaknya neng ga bisa nikah sama AA, dan ini keputsan neng yang sudah bulat” tiba2 kata-kata itu terucap… Bayangkan apa yang dirasakan seorang pemuda itu??? HANCUR, REMUK, Ahhh segalanya.. Trus pertanyaannya harus bagaimana pemuda itu? haruskah memohon2 kepada sieneng? meminta2 sama calon mertua? apa mengiba2 sama eneng lagi?..Ahh laki2 macam apa itu??? TIDAK katakan tidak akan melakukan itu. yang harus dilakukan lelaki atau perempuan Hebat bila mengalami kejadian seperti tadi adalah Pertama yaitu ridho dan ikhlas, ucapkan Innalillahi wainnailaihi roojiuun… setelah itu apa lagi? Setelah menyerahkan semuanya, meridhokan semua… Taubattt dengan meminta ampun dan ingin kembali dan lebih dekat denganNya. Tapi hati-hati jangan taubatnya semata2 karena ingin si eneng kembali lagii, Alloh tau…hehe gitu ceritanya… eh belum tamat, nah setelah dia coba lupakan, mulai mencoba menjalani hidup baru, ternyata ada yang menagih hutang atas semua uang yang dipinjamnya untuk persiapan nikahnya kemarin… Nah apa yg harus dilakukannya lagi? Taubat lagii terus mengungkur, mengiba, menghamba, memohon kepada Alloh agar semua dosanya diampuni karena segala sesuatu keburukan yang menimpa karena perbuatan kita dan dosa2 kita… belum selesai hutangnya beres ternyata ada undangan pernikahan dari calonnya tadi, ternyata dia akan melangsungkan pernikahan dengan sahabat dekatnya…Haduuuuhhh makinnn menderitaaaa wehhhh….apa lagi yg harus dilakukan pemuda itu? Taubatt lagiii, terusss taubat terusss taubat… Nah setelah benar2 bersihhhh hatinya maka yang pertama muncul ialah rasa tenang, setelah itu barulah solusi demi solusi berdatangan… Begitulah cerita analogi dari seorang Guru yang mudah2an Alloh senantiasa memuliakan, merahmati dan mengampuni segala dosanya…. Jadi dari analogi datas ternya ada sebuah penjelasan yg rasional… Ternyata jika ada masalah yg menimpa… jangan fokus pada masalah dan solusi apa yang harus diambil!!! yg pertama harus dilakukan justru Bertaubat… kenapa? karena dengan taubat maka mata kita akan dibukakan olehNya dnegan brbagai solusi… analoginya lagi seperti (sebetulnya solusi yg tepat sudah Alloh persiapkan, namun karena mata kita tertutup oleh dosa maka kita seakan buta) jadi Taubat dulu, nah setelah itu sedikit demi sedikit penutup mata kita terbuka, dan solusi demi solusi tiba… begitu katanya… Trus satu lagi yg tadi beru keingetan… jika di hadapi oleh cobaan yang sangat berat tujuan Alloh yaitu membuat kita benar2 memiliki Hati yang benar2 bergantung, memohon, menghamba, mengharap, dll hanya Pada Nya semata… Dan juga setiap solusi yg terbaik itu tidak berarti sesuai dengan yg kita harap, seperti sakit solusi terbaik dari sakit belum tentu sembuh, bisa jadi dengan sembuh dia malah maksiat tiada henti.. Ya kan… tapi boleh jadi solusi terbaik dari sakit ialah dengan sakit yg tidak sembuh2 itu dia bisa lebih dekat dengan Alloh, sholat lebih khusyuk, taubat terus, hati terus berusaha bersih, perkataan dijaga, waaah pokoknya subhanalloh deh… itulah rahasia Alloh yang maha pengasih juga penyayangg… sekian tulisan ini mudah2an bisa mengingatkan saya dikala lupa, dan umumnya bisa menjadikan hikmah buat saudara2 sekalian. amiin… Wallohua’lam, bishowab…

Share and Enjoy: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • MisterWong
  • Y!GG
  • Webnews
  • Digg
  • del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit

No Comments »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment