<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hanry&#039;s Blog &#187; Sastra</title>
	<atom:link href="http://hanry.myhaley.com/category/sastra/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hanry.myhaley.com</link>
	<description>Learning, Understanding, Doing, and sharing.</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Mar 2010 11:32:09 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.3</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Sepenggal kisah dari Matsnawi Rumi</title>
		<link>http://hanry.myhaley.com/sastra/sepenggal-kisah-dari-matsnawi-rumi/</link>
		<comments>http://hanry.myhaley.com/sastra/sepenggal-kisah-dari-matsnawi-rumi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 03:24:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[featured]]></category>
		<category><![CDATA[cerita]]></category>
		<category><![CDATA[rumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanry.myhaley.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Alkisah ada seekor burung kakak tua yg pandai bicara dan seorang pemilik seorang penjual minyak wangi. Sang pemilik kakak tua itu memperlakukan kakak tua dengan sangat istimewa, kakak tua di beri sangkar terbaik dan diberi makanan manisan yg banyak dan lezat&#8230;
Pendek cerita pemilik kakak tua itu hendak kembali ke tempat asal burung kakak tua itu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="aligncenter size-full wp-image-140" title="rumi_farsi6" src="http://hanry.myhaley.com/wp-content/uploads/2009/11/rumi_farsi6.png" alt="rumi_farsi6" width="570" height="106" />Alkisah ada seekor burung kakak tua yg pandai bicara dan seorang pemilik seorang penjual minyak wangi. Sang pemilik kakak tua itu memperlakukan kakak tua dengan sangat istimewa, kakak tua di beri sangkar terbaik dan diberi makanan manisan yg banyak dan lezat&#8230;</p>
<p style="text-align: left;">Pendek cerita pemilik kakak tua itu hendak kembali ke tempat asal burung kakak tua itu, seekor burung kakak tua meminta sesuatu pesan ketika pemiliknya akan kembali ketempat asal burung kakakak tua.</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-139"></span>Setelah pemilik Burung kakak tua kembali, Burung kakak tua itu berkata &#8221; Selama bertahun-tahun aku tinggal di sangkar yg indah ini, dan aku mengira kebahagiaan adalah seiris manisan. Tapi jauh dilubuk hatiku aku tahu aku tak dilahirkan kedunia ini hanya untuk makan manisan. Masalahnya aku tersesat, aku tak tahu lagi kemana jalan pulang. Jadi ketika aku mendengar kau akan pergi ke tempat asalku, aku memohon padamu untuk menyampaikan pesanku dengan harapan aku bisa temukan jawaban atas masalahku&#8221;. Pemilik Burung kaka tua itu langsung berujar seraya gemetar &#8221; tetapi saat aku sampaikan pesanmu yang terjadi justru salah satu kakaktua matu tersungkur!&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Kakak tua itu langsung menjawab &#8221; Itulah pesannya! Matilah sebelum kau mati. Hanya dengan melupakan keindahan sangkar burung dan rasa manisanlah aku bisa temukan jalan pulang&#8230;&#8221; Pemilik kakak tua itu berkata lagi, &#8221; tapi.. tapi aku tak mengerti apakah itu berarti kakak tua itu di dareah asal mu pura2 mati? apakah ia memberimu sebuah pesan??&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Seekor kakak tua itu sudah merasa cukuup bicara, dengan salam perpisahan, ia terbang menuju kampung daerah asalnya seraya dia berkata&#8221; Matilah sebelum kau Mati!&#8221;&#8230;</p>
<p style="text-align: left;">&#8211;diambil dari sepenggal kisah dari untaian kisah Matsnawi Rumi dari buku &#8216;The Kingdom Of Joy&#8221;&#8211;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanry.myhaley.com/sastra/sepenggal-kisah-dari-matsnawi-rumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>jam 2 kurang 10 menit&#8230; nulis naon sih.. teuing ahhh, antara sadar dan tidak&#8230;</title>
		<link>http://hanry.myhaley.com/sastra/jam-2-kurang-10-menit-nulis-naon-sih-teuing-ahhh-antara-sadar-dan-tidak/</link>
		<comments>http://hanry.myhaley.com/sastra/jam-2-kurang-10-menit-nulis-naon-sih-teuing-ahhh-antara-sadar-dan-tidak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 01:36:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[diary]]></category>
		<category><![CDATA[nyastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanry.myhaley.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[pagi terus menerus berlari mengejar kantukku yang semakin dini semakin hilang oleh bayang-bayang. fikirn terus menerus mngacak2 segala pertanyaan yang terus diajukan dalam jiwa. penyesalan akan kesalahan seakan berteriak dikeheningan pagii. fiuhh hanya tulisan ini yang bisa mendengarkan segala yg telah ada yg seakan ingin mengguncangkan ketentraman hidup. tulisan yg berisi kata-kata yg menghirup setia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pagi terus menerus berlari mengejar kantukku yang semakin dini semakin hilang oleh bayang-bayang. fikirn terus menerus mngacak2 segala pertanyaan yang terus diajukan dalam jiwa. penyesalan akan kesalahan seakan berteriak dikeheningan pagii. fiuhh hanya tulisan ini yang bisa mendengarkan segala yg telah ada yg seakan ingin mengguncangkan ketentraman hidup. tulisan yg berisi kata-kata yg menghirup setia kejadian ini. hati mencoba ikhlas kan semua. sungguh semua ini menjadi sebuah pelajaran yg tak sia-sia.. harus&#8230; harus&#8230; jiwa ini harus mengalihkan pandangan yg sia-sia, terus berjalan walau tak berlari,.. dengan menyandarkan diri pada kuasaNya&#8230;</p>
<p><span id="more-113"></span>disamping itu ada cerita yg kian menggeliat difikir seakan dia terus menggelitik seluruh sel saraf tubuh, ketika waktu memaksakan diri tenggelam, ada sedikit ketakutan dan ketidak siapan, ternyata sadar jiwa ini butuh pelampung yg membantu ketika lelah oleh semua aktifitas dan fikiran ini. sahabat diri ini inginkan kau, kau selalu ada setiap mata ini mulai ngantuk, kau selalu menggugahkan jiwa ini ketika lemah. dan salah satu dari mereka adalah kamu.. kamu aku senang bersamamu aku damai denganmu tapi sejujurnya aku takut, aku takut kamu suka aku, aku takut kau terbelenggu, maaf aku takut.. karena aku tak bisa, maaf aku tak bisa merendaahkan dirimu dari arti persahabatan ini kdalam arti kehinaan yg sesaat.. karena aku tak bisa bila kau inginkan itu&#8230; nikmatilah hidupku selama waktu menyatukan kita dalam aliran takdir yg bagaikan air yg terus mngalir entah seperti apa&#8230; ketawalah tanpa harus ada rasa, yaa santai lah&#8230; mudah2an itu hanya ketakutan yg tak ada makna dan sia2&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanry.myhaley.com/sastra/jam-2-kurang-10-menit-nulis-naon-sih-teuing-ahhh-antara-sadar-dan-tidak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>sahabat sejati</title>
		<link>http://hanry.myhaley.com/sastra/sahabat-sejati-2/</link>
		<comments>http://hanry.myhaley.com/sastra/sahabat-sejati-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 03:03:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanry.myhaley.com/sastra/sahabat-sejati-2/</guid>
		<description><![CDATA[Beri hati, Sahabat sejati…[march 16 2008]
Sedang apa jiwa ini?
Bersedih dengan tertawa 
Bahagia dengan menangis 
Tak ada arti semua makhluk
Jika hanya Dia yang bisa penuhi 
Berikan sebuah sinar itu

Tembus dalam dalam 
Hingga jiwa dapat hangatnya
Tangisberkata dan meratapi
Kenapa jiwa ini?
Risau dengan hampa 
Berhias penuh dosa
Ampuni semua ini
Tak mengerti ada apa sebenarnya
Haruskah seorang malaikat ada lagi
Dengan hati dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em><span>Beri hati, Sahabat sejati…[march 16 2008]</span></em></strong></p>
<p><span>Sedang apa jiwa ini?</span></p>
<p><span>Bersedih dengan tertawa </span></p>
<p><span>Bahagia dengan menangis </span></p>
<p><span>Tak ada arti semua makhluk</span></p>
<p><span>Jika hanya Dia yang bisa penuhi </span></p>
<p><span>Berikan sebuah sinar itu</span></p>
<p><span id="more-8"></span></p>
<p><span>Tembus dalam dalam </span></p>
<p><span>Hingga jiwa dapat hangatnya</span></p>
<p><span>Tangisberkata dan meratapi</span></p>
<p><span>Kenapa jiwa ini?</span></p>
<p><span>Risau dengan hampa </span></p>
<p><span>Berhias penuh dosa</span></p>
<p><span>Ampuni semua ini</span></p>
<p><span>Tak mengerti ada apa sebenarnya</span></p>
<p><span>Haruskah seorang malaikat ada lagi</span></p>
<p><span>Dengan hati dan ridho -Mu</span></p>
<p><span>Berikan semua ya Alloh </span></p>
<p><span>Teman hati dengan kehangatan itu</span></p>
<p><span>Bukan.. bukan.. nafsu dan syetan</span></p>
<p><span>Hanya saja ia separuh dari hati ini</span></p>
<p><span>Seorang sahabat sejati…</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanry.myhaley.com/sastra/sahabat-sejati-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kamu semua dan kenanganQu [march 13 2008]</title>
		<link>http://hanry.myhaley.com/sastra/kamu-semua-dan-kenanganqu-march-13-2008-2/</link>
		<comments>http://hanry.myhaley.com/sastra/kamu-semua-dan-kenanganqu-march-13-2008-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 03:03:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanry.myhaley.com/sastra/kamu-semua-dan-kenanganqu-march-13-2008-2/</guid>
		<description><![CDATA[
Tanpa kusadari waktu tlah berlalu secepat kilat menyambar bumi di tengah siang yang tak sedikitpun hujan menyirami hati. Seperti yang tlah lalu tanpa kusadari hidup ini menerjang hati dan raga ini, sekarang waktu tlah membawa hampir dua puluh satu tahun ku didunia fana ini. Banyak yang tak bisa ku sisihkan kenangan indah ini, masa demi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em></em></strong></p>
<p><span>Tanpa kusadari waktu tlah berlalu secepat kilat menyambar bumi di tengah siang yang tak sedikitpun hujan menyirami hati. Seperti yang tlah lalu tanpa kusadari hidup ini menerjang hati dan raga ini, sekarang waktu tlah membawa hampir dua puluh satu tahun ku didunia fana ini. Banyak yang tak bisa ku sisihkan kenangan indah ini, masa demi masa terlewati bagai udara yang kuhirup ini, kuhirup dan kuhembus lagi. Hanya kenangan yang kini ada, hanya cerita masa silam yang kini tersimpan, kuharap semua ini akan menjadi sebuah harta yang tak ternilai dalam hidup ini. Meraskan manis dan pahit dalam perjalanan ini hitam dan putih dalam kehidupan ini, tak jarang cerita itu menggrogoti hati tuk selalu ingin selalu bersama selamanya, merasa kehangatan mu sahabat.. seakan tak rela jiwa ini mengikuti waktu yang tr</span><span>u</span><span>s tak henti berlalu</span><span>.</span><span id="more-9"></span></p>
<p><span>Emhhh waktu menerjang mimpi mewujudkan angan dan menjawab teka-teki misteri hidup… jujur meski ku harus siap dengan kenyataan ini, bahwa kuharus menghadapi waktu, melewati hari, mengganti cerita pagi di sela-sela mimpi. Namun tetap saja ingin ku lewati lagi hari-hari itu bersamamu teman… kuharus akui kau semua ku hirup dan mengisi sebagian jiwa ini, menjelama dalam keindahan pagi, siang, sore, dan malam hari-hari ku lagi. Takbisa kau kutinggalkan dengan seribu hari yang telah qta lalui… tak ada pacar, sahabat, teman, bahkan musuh sekalipun, kau semua ialah separuh dari ku. </span></p>
<p><span>Kau semua bersihkan ku dari kekotoran dunia penipu ini, kau semua luruh kan batu kesombongan hati, kau brikan yang belum kudapatkan, kau segalanya sahabat… semua sahabat ku yang pernah ku kenali, tak ada musuh dalam hatiku ini, karena yang menghina, taksuka aku, tak ingin aku, benci aku, jahati aku, itu hanya duri yang menghalangi hari, batu batu kerikil yang membuatku tahu bahwa hidup ini keindahan, hidup ini kekayaan ku… musuh hanya sebatas kata yang tercipta saat sang waktu menyisakan kisah itu… biarlah semua yang tak suka akan hadir ku dalam dunia ini, yang pasti kamu semua ialah sahabatku, saudaraku… sedangkan yang mencintaiku, memberikan sebagian ruang hatinya untuk ku isi dengan hari yang indah, berbagi kisah dengan keikhlasan cinta. Kamu ialah embun ku dipagi hari, matahariku disiang hari, layungku disenja ini, dan bintang bulanku dimalam sepi… tanpa sedikitpun kebohongan dan kesombongan, kuhaturkan terima kasih yang seikhlas-ikhlasnya, dan maaf jika ku tak bisa menjadi yang kamu semua harapkan… entah mengapa sore ini ku kenang hari-hari yang telah terlewati, ku bercakap mesra dengan kenangan itu, bercumbu rayu dengan semuanya, mungkin karena kesepian yang terus memenuhi hati ini. Teman, aku bertekad sepenuh hati walaupun hari-hari baru akan terlewati lagi, sahabat baru akan bertambah lagi,tentu di zaman yang berbeda, di persfektif hidup yang berbeda, kamu semua tetap menjadi perhiasan dihatiku…</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanry.myhaley.com/sastra/kamu-semua-dan-kenanganqu-march-13-2008-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puisi Soe Hok Gie</title>
		<link>http://hanry.myhaley.com/sastra/puisi-soe-hok-gie/</link>
		<comments>http://hanry.myhaley.com/sastra/puisi-soe-hok-gie/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2009 03:03:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hanry.myhaley.com/sastra/puisi-soe-hok-gie/</guid>
		<description><![CDATA[Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah
Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Wiraza.
Tapi aku ingin habiskan waktuku disisimu sayangku
Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu
Atau tentang bunga-bunga yang manis dilembah mandalawangi
Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom didanau
Ada bayi-bayi yang mati lapar dibiavra 

Tapi aku ingin mati disisimu manisku.
Setelah kita bosan hidup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span>Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah</span></p>
<p><span>Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Wiraza.</span></p>
<p><span>Tapi aku ingin habiskan waktuku disisimu sayangku</span></p>
<p><span>Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu</span></p>
<p><span>Atau tentang bunga-bunga yang manis dilembah mandalawangi</span></p>
<p><span>Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom didanau</span></p>
<p><span>Ada bayi-bayi yang mati lapar dibiavra </span></p>
<p><span id="more-11"></span></p>
<p><span>Tapi aku ingin mati disis</span><span><span lang="id-id">i</span></span><span>mu manisku.</span></p>
<p><span>Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya</span></p>
<p><span>Tentang tujuan hidup yang tak satu setanpun tahu</span></p>
<p><span>Mari sini sayangku kalian yang pernah mesra,</span></p>
<p><span>Yang  pernah baik d</span><span><span lang="id-id">a</span></span><span>n simpati kepadaku </span></p>
<p><span>Tegaklah kelangit luas atau awan yang mendung</span></p>
<p><span>Kita tak pernah menanamkan apa-apa</span></p>
<p><span>Kita tak akan pernah kehilangan apa-apa</span></p>
<p><span>Nasib terbaik ialah tidak pernah dilahirkan</span></p>
<p><span>Yang kedua dilahirkan tapi mati muda</span></p>
<p><span>Dan yang tersial adalah berumur tua </span></p>
<p><span>Berbahagialah mereka yang mati muda</span></p>
<p><span>Makhluk kecil kembalilah dari tiada ketiada</span></p>
<p><span>Berbahagialah dalam ketiadaaanmu</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hanry.myhaley.com/sastra/puisi-soe-hok-gie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
